Menurut data di Polda Metro Jaya, setiap tahunnya jumlah kendaraan bermotor Jakarta meningkat sebesar 12 persen. Jumlah tersebut didominasi oleh pertambahan sepeda motor yang mencapai 4.000 hingga 4.500 per hari. Sedangkan kendaraan roda empat mengalami pertumbuhan sebanyak 1.600 unit per hari. Jumlah unit kendaraan bermotor hingga akhir 2014 di Jakarta sebanyak 17.523.967 unit yang didominasi oleh kendaraan roda dua dengan jumlah 13.084.372 unit. Diikuti dengan mobil pribadi sebanyak 3.226.009 unit, mobil barang 673.661 unit, bus 362.066 unit, dan kendaraan khusus 137.859 unit. Pertumbuhan kendaraan bermotor tersebut menjadi penyumbang utama kemacetan yang terjadi di Jakarta. Hal itu berbanding terbalik dengan pertumbuhan jalan Jakarta yang hanya 0,01 persen per tahun.
Dikatakan bahwa salah satu cara mengurai kemacetan di Jakarta adalah pengurangan jumlah kendaraan bermotor seperti three in one untuk kendaraan roda empat, electronic road pricing (ERP), dan pelarangan sepeda motor. Namun, sebaiknya seiring dengan larangan ERP dan sepeda motor, harusnya pemerintah juga membangun sistem moda transportasi yang memadai untuk warga Jakarta. Saya tida berkeberatan untuk pindah dari mengendarai mobil ke bus, sebagai pertimbangan pertama yang dipikirkan adalah keamanan. Kemananan sepanjang perjalanan menuju stasiun dan kembali ke rumah, serta kemanan selama berada di dalam moda transportasi tersebut.
Penjualan kendaraan bermotor yang menurut saya sekarang ini sangat dipermudah, bahkan dengan iklan "DP 17juta dan bisa langsung bawa pulang mobil impian". "Cukup KTP&KK*, Motor langsung dikirim". Semudah itu, segampang itu, dan saya yakin pemberian proses kredit itu tanpa pemeriksaan yang mendetail apakah kelak kita sanggup membayar cicilan kredit. Tidak mengherankan macet bertambah, dan motor seringnya dikendarai oleh anak-anak dibawah umur, maka kesemerawutan Jakarta semakin menjadi-jadi.
Polusi di Jakarta juga semakin mengkhawatirkan, maka saya sangat berharap pemerintah DKI Jakarta bisa lebih mempercepat perbaikan sistem transportasi, dan juga membatasi jumlah pertambahan kendaraan bermotor di Jakarta ini.